Selasa, 14 Februari 2012

UMPAN BALIK DAN JOHARI WINDOW

UMPAN BALIK (FEEDBACK)
Pada saat siswa sudah mampu melaksanakan tugas gerak dan memiliki pemahaman tentang apa yang sudah dilakukannya, maka pada saat itu guru tidak harus memberikan tantangan sebab siswa telah belajar sesuatu yang sesuai dengan tujuan dan harapan guru. Sebagai penggantinya, pada saat itu guru dapat memberikan umpan balik (feedback) yaitu sebagai salah satu upaya mengobservasi siswa berkaitan dengan bagaimana ia melakukan aktivitas serta apa yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan siswa itu (Adang Suherman, 1998:124).
Guru yang baik harus berterus terang memberikan hasil observasinya terhadap kemampuan siswa dengan menceritakan hal yang sesungguhnya dengan cara yang tidak membuat siswa semakin terpuruk, semakin minder akibat kehilangan kepercayaan pada dirinya. Misalnya guru harus menghindarkan kata-kata “kamu tidak bisa”, “kamu tidak mengerti apa-apa”, tetapi diutarakan dengan kata “belum bisa” ketika siswa belum mampu melaksanakan tugas gerak sesuai dengan tujuan pembelajaran dan harapan guru. Hal terpenting lagi adalah guru tetap memiliki pendirian yang konsisten terhadap ucapan dan perilakunya. Guru penjas yang baik adalah guru yang selalu berupaya mendengarkan dan memperhatikan segala hal yang diutarakan siswa untuk memperbaiki kinerja pembelajaran penjas. Guru penjas yang baik pun adalah orang yang mampu mengerti dan menerima perasaan orang lain (berempati), termasuk perasaan siswa.
Indikator-indikator yang termuat dalam komunikasi yang efektif seperti uraian di atas sesungguhnya merupakan proses pemberian feedback atau umpan balik yang dilakukan guru selama proses pembelajaran. Hal itu dilakukan sebaiknya tidak saja dalam kegiatan belajar mengajar di kelas atau di lapangan melainkan ketika aktivitas belajar telah selesai dilaksanakan. Misalnya di sela-sela waktu istirahat, guru biasanya melakukan percakapan dengan siswa sambil mengingatkan siswa untuk terus berlatih atau aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan cabang olahraga yang dipilih siswa. Secara tidak langsung, peristiwa komunikasi tersebut dapat menjadi umpan balik (feedback) bagi siswa untuk selalu diingatkan akan keharusannya berlatih. Seperti halnya dalam konteks kepelatihan, siswa sebagai atlet membutuhkan umpan balik. Harsono (1988:87) mengemukakan “Atlet membutuhkan umpan balik untuk mengetahui bagaimana hasil-hasil latihannya, dan apa yang masih harus diperhatikan dan ditekankan dalam latihan-latihan untuk kemajuan prestasinya.” Hal ini semakin menjelaskan bahwa pemberian umpan balik benar-benar penting dilaksanakan bukan hanya dalam konteks pembelajaran (pendidikan) melainkan juga dalam konteks pelatihan olahraga prestasi.
Kebermaknaan umpan balik dalam kagiatan pembelajaran penjas akan mampu terwujud apabila guru penjas telah benar-benar memahami pengertian (konsep) umpan balik, fungsi umpan balik, jenis-jenis umpan balik, dan siapa yang harus dengan cepat dan tepat diberikan umpan balik selama kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Dengan memahami konsep-konsep ini maka pemberian umpan balik akan tepat sasaran. Pemberian umpan balik tidak malah menghambat kegiatan belajar siswa melainkan semakin meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran penjas yang sedang dilaksanakan.
1. Pengertian Umpan Balik (Feedback)
Umpan balik adalah perilaku guru untuk membantu setiap siswa yang mengalami kesulitan belajar secara individu dengan cara menanggapi hasil kerja siswa sehingga lebih menguasai materi yang disampaikan oleh guru. Umpan balik yang dilakukan guru antara lain memberikan penjelasan terhadap kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan tugas yang diberikan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Umpan balik adalah koreksi terhadap jawaban-jawaban atas respon siswa dalam mengerjakan tes atau latihan. Umpan balik adalah suatu proses dengan hasil atau akibat dari suatu respon untuk mengontrolnya.
Menurut Apruebo (2005:99), “Feedback is information that athletes would receive from coach/trainer or environment regarding the level of their motor skill or performance. It serves as a groundwork for the athletes learning development”. Feedback menurut Apruebo lebih menekankan kepada aktivitas latihan berkenaan dengan informasi dari pelatih terkait dengan tingkat motor skill atau penampilan atletnya sebagai dasar dalam mengembangkan penampilan atlet. Rink (1985:34) mengemukakan “Feedback is sensory information that a person receives as a result of a response”. Feedback yang dikemukakan Rink lebih bersifat umum sebagai sensori informasi yang diterima seseorang sebagai hasil meresponnya. . Menurut Rusli Lutan (1988:300), “Umpan balik adalah pengetahuan yang diperoleh berkenaan dengan sesuatu tugas, perbuatan atau respons yang telah diberikan”. Dalam konteks pembelajaran pendidikan jasmani, Adang Suherman (1998:124) mengemukakan, “Umpan balik (feedback) yaitu guru mengobservasi siswa secara individu dan menilai bagaimana siswa melakukan aktivitas serta apa yang harus dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan siswa itu”.
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa umpan balik (feedback) adalah infromasi yang berkenaan dengan kemampuan siswa dan guru guna lebih meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh keduanya, baik dalam konteks pembelajaran maupun dalam pelatihan olahraga. Infromasi yang dimasud adalah berkaitan dengan apa yang sudah dilakukan, bagaimana hasilnya, dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya.

2. Manfaat dan Fungsi Umpan Balik (Feedback)
Manfaat umpan balik bagi guru, dapat dipergunakan dalam mengambil keputusan, apakah mata pelajaran yang telah dilaksanakan perlu diperbaiki atau dilanjutkan (Cooper, 1982:8) dan bagi siswa akan meningkatkan prestasi belajar secara konsisten (Blocks, J.H., 1971:36)
Beberapa keuntungan penggunaan umpan balik menurut Adang Suherman (1998:124) antara lain sebagai berikut
a.    Mendorong siswa untuk terus berlatih. Proses pemberian umpan balik kepada siswa secara tidak langsung akan memberi tahu siswa bahwa latihannya selalu dilihat dan diperhatikan oleh gurunya.
b.    Mencerminkan perilaku guru yang efektif. Dalam prosesnya, umpan balik hanya akan diperoleh apabila guru aktif selama kegiatan pembelajaran. Guru harus selalu memperhatikan siswa, bergerak untuk memantau dan mengamati aktivitas belajar yang dilakukan oleh setiap siswa di sekitar tempat belajar (berlatih).
c.    Membantu siswa untuk menilai penampilan (kemampuan) yang tidak bisa dilihat dan dirasakannya sendiri.
d.    Mendorong guru untuk menilai seberapa relevansi antara aspek-aspek pembelajaran dengan tingkat kemampuan siswa dalam menguasai tugas gerak (bahan ajar) seperti yang diinginkan oleh gurunya.

Beberapa ahli juga telah mengungkapkan berbagai fungsi umpan balik sesuai dengan konsep dan konteksnya masing-masing diantaranya adalah sebagai berikut:
1.    Fungsi feedback adalah memberikan motivasi, reinforcement (Harsono, 1988:89) atau punishment (Rusli Lutan, 1988; Apruebo, 2005).
Dengan diperolehnya gambaran yang kongkrit perihal kemampuan yang dimiliki oleh seorang siswa, baik keunggulan maupun kelemahannya apalagi kalau dibandingkan dengan siswa yang lainnya, maka hal itu akan dapat memacunya lagi untuk berbuat yang lebih baik dari yang sudah dilakukannya. Dengan kata lain, gambaran kemampuan yang dimiliki seorang siswa akan
menjadi daya dorong apabila guru penjas mampu menyampaikannya dengan tepat melalui pemberian stimulus agar siswa semakin rajin berlatih.
Dalam konteks pembelajaran penjas, umpan balik juga sebagai penguat atas tindakan atau perilaku yang sudah dilakukan siswa. Jika perilaku siswa itu sesuai dengan harapan guru maka hal itu harus diperkuat untuk tetap dipelihara. Sebaliknya jika perilaku itu tidak sesuai dengan harapan guru maka harus ada hukuman (funishment) agar perilaku itu tidak terjadi dan terulang kembali, dan perilaku itu mengarah pada tindakan yang sesuai dengan harapan guru.
2.     Menurut Apruebo (2005:100) umpan balik juga merupakan penguatan (reinforcement). Ia mengatakan bahwa “Reinforcement means any event that increase the probability that a particular response will reoccur under similar consequences”. Reinforcement maksudnya adalah pemberian penguatan atas kejadian atau aktivitas yang telah dilaksanakan sehingga aktivitas tersebut tetap mampu dipertahankan atau memberikan respons yang serupa dan pada aktivitas berikutnya dapat meningkat lagi.
Dalam hal pemberian reinforcement Weinberg dan Gould (1995:137) mengemukakan “Reinforcement is the use of reward and punishment that increase or decrease the likelihood of similar response occurring in the future”. Bahwa reinforcement yang diberikan dapat menggunakan bentuk-bentuk penghargaan atau hukuman yang mungkin sekali dapat meningkatkan atau menurunkan respons serupa yang terjadi pada masa berikutnya. Maksudnya bahwa pemberian penghargaan dan hukuman akan dapat memperkuat hasil belajar siswa atau juga
dapat menurunkan bahkan merusak hasil belajar siswa apabila pemberian penghargaan dan hukuman itu tidak sesuai.
Penghargaan tidak selalu dalam bentuk benda sebagai hadiah, tetapi bisa melalui ungkapan-ungkapan. Contohnya ungkapan guru penjas yang mengatakan “Lemparan kamu sudah bagus, coba lempar ke sasaran yang lebih jauh !” Sedangkan punishment lebih bersifat memberikan penilaian buruk atas apa yang dilakukan oleh siswa. Misalnya pada ungkapan “Lemparan kamu ngawur, jangan asal lempar saja !”

3. Jenis-Jenis Umpan Balik (Feedback)
Secara umum umpan balik atau feedback terbagi ke dalam dua jenis yaitu intrinsic feedback dan extrinsic feedback (Apruebo, 2005). Intrinsic feedback atau umpan balik intrinsik berkaitan dengan penilaian terhadap dirinya sendiri, tentang sikap, aktivitas dan atau perilaku yang telah dilakukannya, derta tentang kemampuan yang telah ditunjukkannya. Misalnya dalam melaksanakan tugas gerak, apakah aktivitas yang dilakukan sudah sesuai dengan yang diinstruksikan guru, apakah sudah mampu menyelesaikan keseluruhan tugas gerak, apakah merasa nyaman dengan alat bantu yang digunakan, atau menilai bahwa rangkaian gerakan senam telah sesuai dengan urutan yang harus dilakukan. Sedangkan extrinsic feedback adalah umpan balik yang berasal dari luar dirinya. Misalnya koreksi dari guru penjas atas gerakan yang sudah dilakukan, cemoohan rekan karena salah memberikan umpan ketika bermain bola, atau dari lingkungan sekitar seperti cuaca yang terlalu panas sehingga mengharuskannya sering beristirahat di
tempat yang teduh. Umpan balik dapat diberikan dalam beberapa jenis, misalnya seperti knowledge of result, objective measures, self monitoring, snap judgement, video playback (Butler, 1996 dalam Apruebo, 2005).
Adang Suherman (1998:124-16) mengemukakan beberapa jenis umpan balik berdasarkan kajian dari beberapa literatur. Jenis-jenis umpan balik tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1. General dan specific feedback
General feedback atau umpan balik umum misalnya berkaitan dengan gerakan umum, tingkah laku siswa, atau pakaian yang digunakan. General feedback digunakan guru untuk mendorong siswa terus belajar dan mencobanya. Biasanya feedback jenis ini diungkapkan dengan kata-kata seperti: bagus, hebat, mengagumkan. Ungkapan dengan kata-kata itu masih bersifat umum sehingga tidak mencerminkan informasi yang spesifik untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa.
Specifik feedback atau umpan balik khusus adalah berisikan informasi yang menyebabkan siswa mengetahui apa yang harus dilakukan dan mengetahui bagaimana seharusnya siswa melakukan tugas gerak dengan benar dan bagaimana harus berlatih. Feedback ini diberikan manakala siswa menyadari bahwa ia melakukan kesalahan akan tetapi belum atau tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. Contoh ungkapan specific feedback misalnya: “ Bagus! Mata kamu tidak terpejam pada saat menyundul bola itu!”, atau “Dapatkah lututmu lebih ditekuk lagi !”.
2. Congruent dan Incongruent feedback
Congruent feedback adalah umpan balik yang terfokus pada aktivitas belajar yang sedang dipelajari siswa. Misalnya pada saat siswa sedang mempelajari footwork dalam stroke bulu tangkis. Umpan balik yang berhubungan dengan footworks tersebut dapat dikatakan congruent feedback. Sedangkan yang berhubungan dengan stroke sebagai incongruent feedback. Misalnya yang berkaitan dengan stroke dalam bulu tangkis adalah cara memegang raket, follow through, dan aspek lainnya selain footworks.
3. Simple Feedback
Simple feedback adalah umpan balik yang hanya terfokus pada satu komponen keterampilan dalam satu saat. Simple feedback biasanya berisi satu atau dua buah kata kunci (key words) yang menggambarkan aktivitas penyempurnaan dan diulang-ulang sebagai umpan balik selama pembelajaran berlangsung.




Keuntungan dari penggunaan simple feedback diantaranya adalah:
a.    Guru lebih mudah dan lebih akurat dalam memberikan umpan balik karena hanya terfokus pada satu komponen saja.
b.     Memudahkan siswa menerima dan melatih penyempurnaan gerakan yang menjadi fokus pembelajarannya.
c.    Siswa akan mengingat terus apa yang dipelajarinya pada kegiatan belajar tersebut.

4. Positive, Netral, dan Negatif Feedback
Jenis umpan balik yang lain dikemukakan oleh Adang Suherman (1998:126) yaitu umpan balik positif, umpan balik netral, dan umpan balik negatif. Ketiga jenis umpan balik ini paling sering dijumpai dalam kegiatan belajar mengajar penjas yang bersifat praktik di lapangan dan lebih mudah dilakukan oleh guru.
a.    Umpan balik positif adalah umpan balik yang diungkapkan dengan kata-kata bagus, menyenangkan, pintar, menarik, dan hebat.
b.    Umpan balik netral adalah umpan balik yang tidak merujuk secara khusus kepada siswa yang melakukan kesalahan melakukan tugas gerak, tetapi secara netral mengingatkan kepada seluruh siswa yang sedang melakukan tugas gerak. Misalnya ketika berlatih menyundul bola, guru berkata “lihat bola !”
c.    Umpan balik negatif adalah lawan dari umpan balik positif, meskipun jarang dianjurkan mengingat khawatir akan merusak kepercayaan diri siswa tetapi pemberian negatif feedback dilakukan cara-cara:
1.    Implisit (tidak langsung), misalnya “Pakai awalan sebelum melempar, jangan asal lempar saja !”.
2.     Diberikan pada siswa yang tidak mengerti setelah beberapa kali diberikan umpan balik.
3.    Diberikan pada siswa yang tidak memperhatikan penjelasan gurunya (biasanya siswa yang menjadi atlet atau yang sudah terampil).
Pemberian jenis umpan balik harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Kebutuhan siswa terkait dengan tingkat perkembangan psikososial siswa. Pada perkembangan siswa di masa remaja yang terkadang memiliki keinginan diperhatikan secara berlebihan atau bahkan ingin diberikan kebebasan seluas- luasnya, guru harus berhati-hati memberikan umpan balik untuk perbaikan atau koreksi atas kekeliruan yang dilakukan siswa. Kekurangsesuaian jenis umpan balik yang diberikan akan berdampak kepada perasaan tidak enak, pesimistis, tidak memiliki motivasi, atau tidak memiliki harga diri karena selalu mendapat teguran guru. Untuk itu karakteristik siswa harus mendapat perhatian penting ketika guru akan memberikan umpan balik.
Pemberian umpan balik yang sesuai dengan kebutuhan siswa dapat mengurangi dampak negatif tersebut. Fungsi umpan balik adalah membantu siswa untuk menilai penampilan yang tidak dapat dilihat dan dirasakan oleh dirinya sendiri (Suherman, 1998). Fungsi umpan balik yang lainnya yang paling sering disajikan guru adalah sebagai alat untuk memotivasi siswa. Dalam ungkapan yang singkat Rink (1985:35) mengemukakan “Feedback often serves as motivational function”. Ungkapan yang sama dikemukakan oleh Rink (1985:34), “Feedback serve three functions: (1) informing, (2) reinforcing, and (3) motivating. Maksudnya umpan balik itu memiliki tiga fungsi yaitu pemberitahuan atau informasi, penguatan, dan motivasi. Meskipun demikian guru harus memperhatikan dua hal ketika memberikan umpan balik, yaitu:
1.     Usia siswa, terkait dengan perkembangan moral
Usia siswa terkait dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan, khususnya berkaitan dengan kemampuan kognisi dan mental. Kesesuaian penyampaian bahasa umpan balik dengan tingkat penguasaan bahasa yang dimiliki siswa akan sangat membantu siswa dalam memahami tindakan apa yang harus dilakukannya. Dengan memamahi perkembangan moral dan kepribadian
siswa, pemberian umpan balik akan melalui pendekatan yang relatif berbeda antara siswa sekolah dasar dengan siswa SMU.
2.    Motivasi instrinsik dan ekstrinsik siswa.
Umpan balik sangat identik dengan pemberian motivasi baik bersifat intrinsik maupun ekstrinsik.
Sedangkan yang menjadi prinsip-prinsip dalam memberikan umpan balik, adalah sebagai berikut:
1.    Umpan balik harus ditawarkan, dan bukan dipaksakan
2.    Umpan balik harus bersifat deskriftif, dan bukan evaluatif.
3.    Umpan balik harus bersifat spesifik, dan berhubungan dengan tingkah laku yang harus dirubah.
4.     Umpan balik harus menekankan jenis positif, bukan yang negatif.
5.     Jika jenis negatif, maka umpan balik harus diikuti oleh saran-saran positif.
6.    Memberi umpan balik harus bertanggung jawab, dan umpan balik harus disesuaikan dengan situasi atau orang lain.

Pemakaian prinsip-prinsip tersebut agar pemberian umpan balik tidak menimbulkan rasa tidak senang, putus asa, dan menyudutkan posisi siswa. Dengan berpegang pada prinsip-prinsip di atas diharapkan pemberian umpan balik justru menimbulkan motivasi untuk pencapaian tujuan, yaitu meningkatkan prestasi belajar dan terjadinya perubahan perilaku yang sesuai dengan harapan guru dan masyarakat.
4. Yang Dapat Umpan Balik (Feedback)
Terkadang guru bersifat subyektif dalam memberikan umpan balik pada saat pembelajaran dilaksanakan. Umumnya umpan balik cenderung lebih sering diberikan kepada:
Siswa yang kurang saja (susah menguasai bahan ajar atau tugas gerak)

Maksudnya adalah siswa yang kurang cepat atau mengalami kesulitan dalam setiap melaksanakan tugas gerak. Pemberian umpan balik yang tepat akan mengarahkan siswa untuk memudahkannya dalam melaksanakan suatu tugas gerak
Siswa yang pintar atau terampil saja

Sebaiknya setiap siswa harus memperoleh umpan balik secara adil dan merata disesuaikan dengan tingkat kemampuan yang sudah dimilikinya. Sangatlah keliru apabila umpan balik lebih dominant diberikan kepada siswa yang terampil saja melalui pemberian penghargaan yang bertubi-tubi.
Siswa yang tampan atau cantik caja

Bagaimanapun guru penjas adalah manusia biasa yang menyukai siswa yang bersih, tampan atau cantik. Dengan meminimalisir perasaan suka dan tidak suka secara fisik kepada setiap siswa, guru penjas akan mampu memberikan umpan balik secara adil dan tepat sasaran.
Siswa perempuan saja

Karena persepsi yang keliru yang menilai perempuan adalah makhluk yang lebih lemah dari laki-laki, maka ada kecenderungan umpan balik lebih dominan diberikan kepada siswa perempuan saja.
Siswa laki-laki saja

Asumsi yang keliru juga apabila umpan balik hanya untuk siswa laki-laki saja karena hal itu sebagai antisipasi agar mereka disiplin dan mudah diatur. Sebab ada pendapat yang mengatakan bahwa siswa laki-laki relatif menjadi pembangkang, susah diatur, dan berperilaku tidak sesuai dengan harapan guru. Maka sebagai pencegahannya adalah dengan memberikan umpan balik secara dominant kepada siswa laki-laki.

Untuk memperkecil sikap subyektivitas guru tersebut, guru dapat menggunakan format analisis feedback sebagai bahan analisis untuk proses pembelajaran berikutnya. Hal ini dilakukan sebagai salah satu pendekatan ilmiah untuk memperoleh data dan fakta secara akurat berkenaan dengan pemberian umpan balik yang diberikan kepada seluruh siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tahap berikutnya adalah menanyakan pada diri sendiri perihal:
Siapa (siswa) yang tidak menerima umpan balik?
Apakah saya cenderung menggunakan salah satu jenis umpan balik saja?
Apakah saya cenderung memberi umpan balik pada siswa tertentu saja?
Apakah saya menerapkan jenis-jenis umpan balik dengan bervariasi?
Apakah saya puas dengan proporsi umpan balik yang sudah diberikan kepada
Siswa ?

Johari window
Ingham dan Luft itu diagram Johari Window dan contoh model yang - untuk kesadaran diri, pengembangan pribadi, kelompok pengembangan dan pemahaman hubungan.
1.    Pengenalan Johari Window
Jendela Johari Model adalah alat yang sederhana dan berguna untuk menggambarkan dan meningkatkan kesadaran diri, dan saling pengertian antara individu dalam suatu kelompok. Jendela Johari model juga dapat digunakan untuk menilai dan meningkatkan hubungan kelompok dengan kelompok lain. Jendela Johari model dirancang oleh American psikolog Joseph Luft dan Harry Ingham di tahun 1955, saat meneliti dinamika kelompok di University of California Los Angeles. Model ini pertama kali diterbitkan dalam Prosiding Pelatihan Laboratorium Barat dalam Pembangunan Group oleh Kantor UCLA Extension pada tahun 1955, dan kemudian diperluas oleh Joseph Luft. Hari ini Jendela Johari model ini sangat relevan karena penekanan modern pada, dan pengaruh, 'lunak' keterampilan, perilaku, empati, kerjasama, antar-kelompok pembangunan dan pengembangan interpersonal.
Jendela Johari Konsep ini sangat membantu untuk memahami karyawan / majikan hubungan dalam Kontrak Psikologis .
Selama bertahun-tahun, alternatif Jendela Johari terminologi telah dikembangkan dan diadaptasi oleh orang lain - terutama yang mengarah ke deskripsi yang berbeda dari empat daerah, maka penggunaan istilah yang berbeda dalam penjelasan ini. Jangan biarkan semuanya membingungkan Anda - Jendela Johari model benar-benar sangat sederhana memang.
Luft dan Ingham disebut mereka Johari Jendela model 'Johari' setelah menggabungkan nama pertama mereka, Joe dan Harry. Dalam publikasi awal kata muncul sebagai 'Johari'. Jendela Johari segera menjadi model banyak digunakan untuk memahami dan pelatihan kesadaran diri, pengembangan pribadi, meningkatkan komunikasi, hubungan interpersonal, dinamika kelompok, pengembangan tim dan hubungan antar kelompok.
Jendela Johari model ini juga disebut sebagai 'model pengungkapan / umpan balik dari kesadaran diri', dan oleh beberapa orang sebuah 'alat pengolahan informasi'. Jendela Johari sebenarnya merupakan informasi - perasaan, pengalaman, pandangan, sikap, keterampilan, niat, motivasi, dll - dalam atau tentang seseorang - dalam kaitannya dengan kelompok mereka, dari empat perspektif, yang dijelaskan di bawah. Jendela Johari model juga dapat digunakan untuk mewakili informasi yang sama untuk kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lain. Jendela Johari terminologi mengacu pada 'diri' dan 'orang lain': 'diri' berarti diri sendiri, yaitu, subjek orang ke Jendela Johari analisis. 'Lainnya' berarti orang lain dalam kelompok orang atau tim.
NB Ketika Jendela Johari model digunakan untuk menilai dan mengembangkan kelompok-kelompok dalam hubungannya dengan kelompok lain, 'diri' akan kelompok, dan 'orang lain' akan kelompok lain. Namun, untuk mempermudah penjelasan dan pemahaman tentang Johari Window dan contoh-contoh dalam artikel ini, pikirkan model yang berlaku untuk individu dalam suatu kelompok, daripada kelompok yang berkaitan dengan kelompok lain.
Keempat perspektif Jendela Johari disebut 'daerah' atau 'daerah' atau 'kuadran'. Masing-masing daerah dan mewakili berisi informasi - perasaan, motivasi, dll - yang dikenal tentang seseorang, dalam hal apakah informasi yang dikenal atau tidak dikenal oleh orang, dan apakah informasi yang dikenal atau tidak dikenal oleh orang lain dalam kelompok.
Jendela Johari empat itu daerah, (daerah, kuadran, atau perspektif) adalah sebagai berikut, menunjukkan angka kuadran dan umum digunakan nama:
Johari window empat daerah
1.    apa yang diketahui oleh orang tentang dia / dirinya dan juga dikenal oleh orang lain ( Daerah terbuka, membuka diri, area bebas, mandiri bebas, atau arena )
2.    apa yang tidak diketahui oleh orang tentang dirinya / dirinya sendiri, tetapi yang orang lain tahu ( Daerah buta, buta diri, atau blindspot )
3.    apa yang orang tahu tentang dia / dirinya sendiri bahwa orang lain tidak tahu  (Daerah tersembunyi, diri tersembunyi, daerah dihindari, dihindari diri atau fasad )
4.    apa yang tidak diketahui oleh orang tentang dia / dirinya sendiri dan juga tidak diketahui oleh orang lain ( Daerah yang tidak diketahui atau tidak diketahui diri )
Johari window empat daerah - diagram model
Seperti beberapa model perilaku lain (misalnya, Tuckman, Hersey / Blanchard ), Johari Window didasarkan pada grid empat persegi - Johari Window adalah seperti sebuah jendela dengan empat 'panel'. Berikut adalah cara Johari Window biasanya ditampilkan, dengan empat daerah.
     Ini adalah representasi standar Jendela Johari model, masing-masing kuadran menunjukkan ukuran yang sama.

'Panel' Jendela Johari dapat diubah dalam ukuran untuk mencerminkan proporsi yang relevan dari setiap jenis 'pengetahuan' dari / tentang orang tertentu dalam suatu kelompok tertentu atau situasi tim.

Dalam kelompok baru atau tim ruang bebas terbuka untuk setiap anggota tim adalah karena kesadaran bersama relatif kecil.

Sebagai anggota tim menjadi lebih baik didirikan dan dikenal, sehingga ukuran meningkat terbuka anggota tim kuadran area bebas.
Johari window Model - penjelasan dari empat daerah
Johari Kuadran 1 : Membuka diri / daerah, area bebas, area publik, atau arena
Johari wilayah 1 adalah juga dikenal sebagai 'area kegiatan bebas'. Ini adalah informasi tentang orang  perilaku, sikap, perasaan, emosi, pengetahuan, pengalaman, keterampilan, pandangan, dan lain-lain yang dikenal oleh orang (diri) dan dikenal oleh kelompok (orang lain).
Tujuan dalam kelompok manapun harus selalu untuk mengembangkan 'daerah terbuka' untuk setiap orang, karena ketika kita bekerja di daerah ini dengan orang lain kita paling efektif kami dan produktif, dan kelompok adalah pada yang paling produktif terlalu. Daerah bebas, terbuka, atau 'arena', dapat dilihat sebagai ruang di mana komunikasi yang baik dan kerjasama terjadi, bebas dari gangguan, ketidakpercayaan, kebingungan, konflik dan kesalahpahaman.
Didirikan logis anggota tim cenderung memiliki daerah terbuka lebih besar daripada anggota tim baru. Anggota tim baru mulai dengan area terbuka yang relatif kecil karena relatif sedikit pengetahuan tentang anggota tim baru bersama. Ukuran area terbuka dapat diperluas secara horizontal ke dalam ruang buta, dengan mencari dan secara aktif mendengarkan umpan balik dari anggota kelompok lainnya. Proses ini dikenal sebagai 'ajakan umpan balik'. Juga, anggota kelompok lain dapat membantu anggota tim memperluas area terbuka mereka dengan menawarkan umpan balik, peka tentu saja. Ukuran area terbuka juga dapat diperluas secara vertikal ke bawah ke dalam ruang tersembunyi atau dihindari dengan pengungkapan seseorang informasi, perasaan, dll tentang dia / dirinya kepada anggota dan kelompok. Juga, anggota kelompok dapat membantu seseorang memperluas area terbuka mereka ke daerah tersembunyi dengan menanyakan orang tentang dirinya / dirinya sendiri. Manajer dan pemimpin tim dapat memainkan peran penting dalam memfasilitasi umpan balik dan pengungkapan antara anggota kelompok, dan langsung memberikan umpan balik kepada individu tentang daerah mereka sendiri buta. Para pemimpin juga memiliki tanggung jawab besar untuk mempromosikan budaya dan harapan untuk terbuka, jujur, positif, bermanfaat, konstruktif, komunikasi sensitif, dan berbagi pengetahuan di seluruh organisasi mereka. Top melakukan kelompok, departemen, perusahaan dan organisasi selalu cenderung memiliki budaya komunikasi positif terbuka, sehingga mendorong perkembangan positif dari 'daerah terbuka' atau 'membuka diri' untuk semua orang adalah aspek sederhana namun mendasar dari kepemimpinan yang efektif.
Johari Kuadran 2 : Diri buta, daerah buta atau 'blindspot'
Johari daerah 2 adalah apa yang dikenal tentang seseorang oleh orang lain dalam kelompok, tetapi tidak diketahui oleh orang yang dia / dirinya sendiri. Dengan mencari atau meminta umpan balik dari orang lain, tujuannya harus untuk mengurangi daerah ini dan dengan demikian untuk meningkatkan area terbuka, yaitu, untuk meningkatkan kesadaran diri. Daerah ini buta bukan ruang efektif atau produktif bagi individu atau kelompok. Daerah ini buta juga bisa disebut sebagai ketidaktahuan tentang diri sendiri, atau masalah di mana satu adalah terdelusi. Sebuah wilayah buta juga dapat mencakup masalah yang lain sengaja menahan dari seseorang. Kita semua tahu betapa sulitnya untuk bekerja dengan baik ketika disimpan dalam gelap. Tidak ada yang bekerja dengan baik bila tunduk pada 'manajemen jamur'. Orang yang 'berkulit tebal' cenderung memiliki 'daerah buta' besar.
Anggota kelompok dan manajer dapat mengambil beberapa tanggung jawab untuk membantu seorang individu untuk mengurangi daerah buta mereka - pada gilirannya meningkatkan area terbuka - dengan memberikan umpan balik sensitif dan mendorong pengungkapan. Manajer harus mempromosikan iklim non-menghakimi umpan balik, dan kelompok tanggapan terhadap pengungkapan individu, yang mengurangi rasa takut dan karena itu mendorong kedua proses terjadi. Sejauh mana seorang individu mencari umpan balik, dan isu-isu yang membutuhkan umpan balik, selalu harus pada kebijaksanaan individu itu sendiri. Beberapa orang lebih tangguh daripada yang lain - perawatan harus diambil untuk menghindari menyebabkan gangguan emosi. Proses meminta umpan balik yang serius dan mendalam berkaitan dengan proses 'aktualisasi diri' yang dijelaskan dalam Hirarki Kebutuhan Maslow pembangunan dan model motivasi.
Johari kuadran 3 : Diri tersembunyi, area tersembunyi, diri dihindari / daerah atau 'fasad'
Johari wilayah 3 adalah apa yang dikenal untuk diri kita sendiri tetapi disembunyikan dari, dan karena itu tidak dikenal, kepada orang lain. Diri ini tersembunyi atau dihindari merupakan informasi, perasaan, dll, apa pun yang orang tahu tentang dia / diri, tetapi yang tidak diungkapkan atau disembunyikan dari orang lain. Daerah tersembunyi juga dapat mencakup kepekaan, ketakutan, agenda tersembunyi, niat manipulatif, rahasia - apa pun yang orang tahu tetapi tidak mengungkapkan, untuk alasan apapun. Itu wajar untuk informasi yang sangat pribadi dan swasta dan perasaan untuk tetap tersembunyi, memang, informasi tertentu, perasaan dan pengalaman tidak memiliki bantalan pada pekerjaan, dan sebagainya dapat dan harus tetap tersembunyi. Namun, biasanya, banyak informasi yang tersembunyi tidak sangat pribadi, itu adalah pekerjaan-atau kinerja yang terkait, sehingga lebih baik diposisikan di area yang terbuka.
Informasi tersembunyi yang relevan dan perasaan, dll, harus pindah ke daerah terbuka melalui proses 'pengungkapan'. Tujuannya harus untuk mengungkapkan dan mengekspos informasi yang relevan dan perasaan - maka Jendela Johari terminologi 'pengungkapan diri' dan 'proses eksposur', sehingga meningkatkan area yang terbuka. Dengan mengatakan kepada orang lain bagaimana kita merasa dan informasi lain tentang diri kita mengurangi daerah tersembunyi, dan meningkatkan daerah terbuka, yang memungkinkan pemahaman yang lebih baik, kerjasama, kepercayaan, tim-kerja efektivitas dan produktivitas. Mengurangi daerah tersembunyi juga mengurangi potensi kebingungan, kesalahpahaman, komunikasi dll, miskin, yang semuanya mengalihkan perhatian dari dan melemahkan efektivitas tim.
Budaya organisasi dan suasana kerja yang memiliki pengaruh besar pada kesiapan anggota kelompok untuk mengungkapkan diri tersembunyi mereka. Kebanyakan orang takut penghakiman atau kerentanan dan karena itu terus kembali informasi tersembunyi dan perasaan, dll, bahwa jika pindah ke daerah terbuka, yaitu yang dikenal oleh kelompok juga, akan meningkatkan saling pengertian, dan dengan demikian meningkatkan kesadaran kelompok, sehingga memungkinkan kinerja yang lebih baik individu dan kelompok efektivitas.
Sejauh mana individu mengungkapkan perasaan pribadi dan informasi, dan masalah-masalah yang diungkapkan, dan kepada siapa, harus selalu pada kebijaksanaan individu itu sendiri. Beberapa orang lebih tertarik dan mampu dari orang lain untuk mengungkapkan. Orang harus mengungkapkan pada kecepatan dan kedalaman yang mereka temukan pribadi yang nyaman. Seperti dengan umpan balik, beberapa orang lebih tangguh daripada yang lain - perawatan harus diambil untuk menghindari menyebabkan gangguan emosi. Juga seperti dengan meminta umpan balik, proses pengungkapan yang serius berkaitan dengan proses 'aktualisasi diri' yang dijelaskan dalam Hirarki Kebutuhan Maslow pembangunan dan model motivasi.
Johari kuadran 4 : Diri tidak diketahui, wilayah aktivitas yang tidak diketahui atau 'wilayah yang tidak diketahui'
Wilayah Johari 4 berisi informasi, perasaan, kemampuan laten, bakat, pengalaman dll, yang tidak diketahui orang dia / dirinya sendiri dan tidak diketahui orang lain dalam kelompok. Isu-isu ini tidak diketahui mengambil berbagai bentuk: mereka dapat perasaan, perilaku, sikap, kemampuan, bakat, yang bisa sangat dekat dengan permukaan, dan yang dapat menjadi positif dan bermanfaat, atau mereka dapat aspek-aspek yang lebih dalam kepribadian seseorang, mempengaruhi / nya perilakunya berbagai derajat. Daerah diketahui besar biasanya akan diharapkan pada orang muda, dan orang yang kurang pengalaman atau keyakinan diri.
Contoh faktor-faktor yang tidak diketahui adalah sebagai berikut, dan contoh pertama adalah sangat relevan dan umum, khususnya dalam organisasi yang khas dan tim:
-    Kemampuan yang berada di bawah-perkiraan atau un-mencoba melalui kurangnya kesempatan, kepercayaan dorongan, atau pelatihan.
-    Kemampuan alami atau bakat bahwa seseorang tidak menyadari mereka miliki
-    Rasa takut atau penolakan bahwa seseorang tidak tahu bahwa mereka memiliki
-    Penyakit yang tak diketahui
-    Ditekan atau perasaan bawah sadar
-    AC perilaku atau sikap dari masa kanak-kanak
Proses yang ini informasi dan pengetahuan dapat ditemukan sangat beragam, dan dapat diminta melalui self-penemuan atau observasi oleh orang lain, atau dalam situasi tertentu melalui penemuan kolektif atau bersama, dari jenis penemuan yang berpengalaman pada program terikat luar atau lain dalam atau bekerja intensif kelompok. Konseling juga dapat mengungkap isu-isu yang tidak diketahui, tetapi ini kemudian akan diketahui orang dan oleh yang lain, bukan oleh suatu kelompok.
Apakah diketahui bergerak pengetahuan 'menemukan' ke daerah, tersembunyi buta atau terbuka tergantung pada siapa yang menemukan itu dan apa yang mereka lakukan dengan pengetahuan, khususnya apakah itu kemudian diberikan sebagai umpan balik, atau diungkapkan. Seperti dengan proses meminta umpan balik dan pengungkapan, berjuang untuk menemukan informasi dan perasaan dalam yang tidak diketahui adalah berkaitan dengan proses 'aktualisasi diri' yang dijelaskan dalam Hirarki Kebutuhan Maslow pembangunan dan model motivasi.
Sekali lagi seperti dengan pengungkapan dan meminta umpan balik, proses penemuan diri adalah salah satu yang sensitif. Tingkat dan kedalaman mana seorang individu dapat mencari menemukan perasaan yang tidak diketahui mereka harus selalu pada kebijaksanaan individu itu sendiri. Beberapa orang lebih tertarik dan mampu dari orang lain untuk melakukan hal ini.
Mengungkap 'bakat tersembunyi' - yang diketahui bakat dan keterampilan, tidak menjadi bingung dengan mengembangkan 'area tersembunyi' tersebut Johari - adalah aspek lain dari pengembangan daerah yang tidak diketahui, dan tidak terlalu peka perasaan tidak diketahui. Menyediakan orang dengan kesempatan untuk mencoba hal baru, dengan tidak ada tekanan besar untuk sukses, sering merupakan cara yang berguna untuk menemukan kemampuan yang tidak diketahui, dan dengan demikian mengurangi area yang tidak diketahui.
Manajer dan pemimpin dapat membantu dengan menciptakan lingkungan yang mendorong penemuan diri, dan untuk mempromosikan proses penemuan diri, observasi dan umpan balik yang konstruktif di antara anggota tim. Ini adalah fakta industri diterima secara luas bahwa mayoritas staf dalam organisasi apapun adalah pada setiap waktu bekerja baik dalam potensi mereka. Menciptakan budaya, iklim dan harapan untuk penemuan diri membantu orang untuk memenuhi potensi mereka lebih banyak dan dengan demikian untuk mencapai lebih, dan untuk berkontribusi lebih untuk kinerja organisasi.
Sebuah catatan dari hati-hati tentang Johari wilayah 4: Area diketahui juga dapat mencakup perasaan tertekan atau bawah sadar berakar pada peristiwa formatif dan pengalaman masa lalu yang traumatis, yang dapat tetap tidak diketahui untuk seumur hidup. Dalam konteks pekerjaan atau organisasi Johari Window tidak boleh digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang bersifat klinis. Referensi yang berguna adalah buku mani Arthur Janov The Primal Scream, dan Analisis Transaksional.




Johari window misalnya - meningkatkan areal terbuka melalui ajakan umpan balik
     Jendela Johari ini diagram model adalah contoh dari meningkatnya area terbuka, dengan pengurangan area buta, yang biasanya akan dicapai melalui proses meminta dan kemudian menerima umpan balik.

Tanggapan mengembangkan area terbuka dengan mengurangi daerah buta.

Area terbuka juga dapat dikembangkan melalui proses pengungkapan, yang mengurangi area tersembunyi.

Daerah diketahui dapat dikurangi dengan cara yang berbeda: dengan pengamatan orang lain (yang meningkatkan area buta); oleh penemuan diri (yang meningkatkan area tersembunyi), atau dengan pencerahan bersama - biasanya melalui pengalaman kelompok dan diskusi - yang meningkatkan terbuka daerah sebagai daerah yang tidak diketahui mengurangi.
Sebuah tim yang memahami dirinya sendiri - yaitu, setiap orang memiliki pemahaman bersama yang kuat dengan tim - jauh lebih efektif daripada sebuah tim yang tidak memahami satu sama lain-yaitu, yang anggotanya memiliki area tersembunyi, buta, dan / atau tidak diketahui besar . Anggota tim - dan pemimpin - harus selalu berusaha untuk meningkatkan daerah terbuka mereka bebas, dan untuk mengurangi daerah mereka buta, tersembunyi dan tidak diketahui.
Seseorang diwakili oleh contoh di bawah ini Jendela Johari tidak akan melakukan potensi terbaik mereka, dan tim akan gagal untuk memanfaatkan sepenuhnya potensi tim dan potensi seseorang juga. Upaya umumnya harus dilakukan oleh orang untuk meningkatkan / nya area bebas nya terbuka, dengan mengungkapkan informasi tentang / perasaannya, pengalaman, pandangan, motivasi, dll, yang akan mengurangi ukuran area tersembunyi, dan meningkatkan area bebas terbuka .
Mencari umpan balik tentang daerah buta akan mengurangi daerah buta, dan akan meningkatkan area bebas terbuka. Penemuan melalui komunikasi sensitif, mendengarkan aktif dan pengalaman, akan mengurangi area yang tidak diketahui, mentransfer sebagian, daerah buta tersembunyi, tergantung pada siapa yang tahu apa, atau lebih baik lagi jika diketahui oleh orang dan lain-lain, ke daerah bebas terbuka.



Johari window Model - contoh untuk anggota tim baru atau anggota dalam tim baru
     Jendela Johari ini diagram model adalah contoh dari anggota tim baru atau orang yang baru untuk tim yang sudah ada.

Daerah bebas terbuka kecil karena orang lain tahu sedikit tentang orang baru.

Demikian pula area buta kecil karena orang lain tahu sedikit tentang orang baru.

Masalah-masalah tersembunyi atau dihindari dan perasaan adalah daerah yang relatif besar.

Dalam contoh khusus daerah yang tidak diketahui adalah yang terbesar, yang mungkin karena orang yang muda, atau kurang pengetahuan-diri atau kepercayaan.


Johari window contoh - contoh anggota tim dibentuk
     Jendela Johari ini diagram model adalah contoh dari anggota tim mapan.

Daerah bebas terbuka yang besar karena orang lain tahu banyak tentang orang itu orang juga tahu.

Melalui proses pengungkapan dan umpan balik menerima area terbuka telah berkembang dan pada saat yang sama mengurangi ukuran, daerah tersembunyi buta dan tidak diketahui.
Ini membantu untuk membandingkan model Jendela Johari untuk lain empat kuadran model perilaku, terutama Pembentukan Bruce Tuckman ini, Menyerbu norming Pertunjukan tim model pengembangan, juga pada tingkat lebih rendah tapi tetap menarik, The Hersey-Blanchard pengembangan kepemimpinan tim Situasional dan model manajemen gaya. Prinsip umum adalah bahwa sebagai tim yang matang dan meningkatkan komunikasi, sehingga meningkatkan kinerja juga, karena lebih sedikit energi yang dihabiskan untuk masalah internal dan pemahaman klarifikasi, dan usaha yang lebih dikhususkan untuk tujuan eksternal dan output produktif.
Jendela Johari model juga berhubungan dengan teori kecerdasan emosional (EQ) , dan kesadaran seseorang dan pengembangan kecerdasan emosional. Seperti telah disebutkan, Johari Window berhubungan juga untuk Analisis Transaksional (khususnya pemahaman aspek-aspek yang lebih dalam daerah 'tidak diketahui', wilayah 4).
Jendela Johari proses umpan balik dari ajakan serius, pengungkapan, dan berusaha untuk mengungkap wilayah yang tidak diketahui seseorang berhubungan dengan Maslow 'aktualisasi diri' ide-ide yang terkandung dalam Hierarki Kebutuhan . Ada beberapa latihan dan kegiatan untuk pengembangan kesadaran Jendela Johari antara tim-tim yang tampil di bagian game membangun tim , misalnya kegiatan nada dering . Mengeksplorasi lebih banyak ide untuk menggunakan Ingham dan Luft yang Johari jendela Model dalam pelatihan, pembelajaran dan pengembangan. Contoh-contoh latihan menggunakan teori Jendela Johari di website ini yang mungkin mulai membuka kemungkinan untuk Anda. Jendela Johari jelas model yang memberikan latar belakang pemikiran yang berguna dan pembenaran bagi sebagian besar hal yang Anda mungkin berpikir untuk melakukan dengan orang-orang yang berkaitan dengan saling mengembangkan dan kesadaran diri, yang semuanya link kuat untuk efektivitas tim dan harmoni.
Ada banyak cara untuk menggunakan model Johari dalam belajar dan pengembangan menggunakan teori lain seperti Maslow , yang Tuckman , TA , NLP , dan lain-lain sangat tergantung pada apa yang Anda ingin capai, daripada mendekati subjek dari ' apa semua menggunakan mungkin? ' yang akan menjadi penyelidikan utama. Ini menjadi kasus, mungkin membantu Anda untuk bertanya pada diri sendiri terlebih dahulu apa yang ingin Anda capai dalam pelatihan dan kegiatan pembangunan? Dan apa output yang Anda inginkan dan bagaimana Anda akan mengukur bahwa mereka telah tercapai? Dan kemudian berpikir tentang bagaimana Johari Window teori dan prinsip-prinsip dapat digunakan untuk membantu ini.
Meneliti makalah akademik (paling biasanya diterbitkan pada universitas dan belajar website lembaga) menulis tentang teori seperti Johari merupakan metode subur mengeksplorasi kemungkinan konsep dan model seperti Johari. Pendekatan ini cenderung untuk meningkatkan pemahaman yang mendalam Anda, bukan hanya menggunakan interpretasi tertentu atau aplikasi 'off-rak-', yang dalam sendiri mungkin memberikan ide yang baik untuk sesi satu-off, tetapi tidak membantu Anda banyak dengan pemahaman bagaimana menggunakan pemikiran di tingkat yang lebih dalam. Juga mengeksplorasi karya asli Ingham dan Luft, dan review dari yang sama, berkaitan dengan pengembangan dan aplikasi model.
Johari adalah model yang sangat elegan dan kuat, dan sebagai dengan ide-ide kuat lainnya, hanya membantu orang untuk memahami adalah cara paling efektif untuk mengoptimalkan nilai kepada orang-orang. Menjelaskan arti dari teori Jendela Johari kepada orang-orang, sehingga mereka dapat benar-benar benar memahaminya dalam istilah mereka sendiri, kemudian memberdayakan masyarakat untuk menggunakan pemikiran dalam cara mereka sendiri, dan untuk menggabungkan prinsip-prinsip yang mendasari dalam pemikiran masa depan mereka dan perilaku.Relevan membaca, (jika Anda dapat menemukan salinan): 'Proses Kelompok - Sebuah Pengantar Dinamika Kelompok' oleh Joseph Luft, pertama kali diterbitkan pada tahun 1963, dan "Tentu Interaksi Manusia: Model Johari 'oleh Joseph Luft, pertama kali diterbitkan pada tahun 1969.
Dalam buku Joseph Luft menjelaskan bahwa Johari diucapkan seolah-olah itu Joe dan Harry, dan itu adalah '... apa kata berarti'. Ia menjelaskan juga bahwa model Johari dikembangkan oleh dia dan Harrington Ingham V MD pada tahun 1955 selama sesi laboratorium musim panas, dan bahwa model itu diterbitkan dalam Prosiding Pelatihan Laboratorium Barat dalam Pembangunan Group untuk tahun itu oleh UCLA (University of California Los Angeles) Perpanjangan Kantor.

1.    Monika Susana Anci Mau       2.    Andrik Ikhwani           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar